Herman Deru Ajak Petani Muda Indonesia Berjiwa Entrepreneur Sehingga Tak Lagi Jadi Buruh Dilahan Sendiri

oleh -348 Dilihat
oleh

SS.com, Palembang – Gubernur Herman Deru mengajak kalangan petani milenial yang tergabung dalam kepengurusan DPD Pemuda Tani Indonesia Sumsel, mengharapkan kalangan petani muda ini untuk terus memberikan edukasi melalui cara mengubah pola pikir (mindset)  dikalangan petani.

“Pemuda Tani Indonesia juga harus   melakukan pemetaan potensi dan permasalahan yang dihadapi petani  mulai dari budidaya bibit, teknologi pertanian hingga pemasarannya. Kita ingin petani punya jiwa entreprenuer memiliki jiwa pengusaha, tidak boleh ada lagi petani menjadi buruh dilahannya sendiri,” tegas Gubernur Herman Deru saat menghadiri pengukuhan kepengurusan  DPD Pemuda Tani Indonesia Sumsel periode 2023-2028, bertempat di Auditorium Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Jum’at (13/1) pagi.

Lebih lanjut Herman Deru yang juga selaku Pembina Pemuda Tani Indonesia Provinsi Sumsel menegaskan setelah dilantik  kepengurusan ini maka sudah ada juga tanggung jawab besar yang menunggu di depan mata, yakni problem pertanian dari kluster profesi.

“Dimana saat ini yang menjadi petani justru usia yang mendekati pensiun, masih sangat jarang yang usia produktif, petani dijadikan profesi terakhir, oleh sebab itu pemuda harus diajak untuk tertarik menjadi petani,” harapnya.

Dia menjelasakan potensi pertanian Sumsel masih sangat banyak dan luas  dengan  kondisi  demografi dan topografi yang beranaeka ragam.

“Tugas kalian Pemuda Tani Indonesia memberikan contoh, memberikan keteladanan bagi dalam  peningkatan produktifitas. Profesi petani adalah profesi terhormat dan menjanjikan dalam  meningkatkan penghasilan,” pungkasnya.

Sementara DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi Sumsel,  Adzanu Getar Nusantara dalam sambutannya menegaskan, organisasi Pemuda Tani Indonesia adalah organisasi yang beranggotakan kalangan anak muda  yang siap untuk meregenerasi para petani  selanjutnya.

“Berdasarkan survei jumlah petani ada di rentan usia 45-65 tahun keatas. Sementara penduduk Indonesia petani muda dengan kisaran usia 30 tahun yang  prontasenya hannya ada 10 persen,” paparanya.

Pemuda Tani Indonesia lanjut dia akan  berfikir keras dalam upaya pengutan ketahanan Indonesia hingga 50 tahun kedepan. Karena itu dia mengajak  petani milenial  lebih aktif berpartisipasi mengembangkan sektor pertanian dengan cara yang lebih modern diwilayah mulai dari perdesaan.

“Kita dari Pemuda Tani Indonesia  siap  membantu Pemprov Sumsel membangun ketahanan pangan melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan,” pungkasnya. (Reza/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *