Raga Memang Tiada, Tapi Semangat Perjuangan Akan Terus Hidup

oleh -232 Dilihat
oleh

Serumpunsebalai.com, Pangkalpinang –  Hari ini selepas shalat shubuh, saya seperti biasanya mencari handphone dan membuka WhatsApp. Tetapi kali ini ada yang berbeda, sebuah story dari Advokat LBH PDKP dengan tulisan “Kabar Duka”. Sontak hal tersebut membuat saya yang sebelumnya masih setengah ngantuk, tiba-tiba rasa kantuk saya hilang. Tak asing dengan wajah tersebut, dan setelah saya sadari itu adalah Advokat Senior yang saya jumpai di kantor LBH elPDKP.

Rostam Rahmad atau kerap disapa Pak Rostam, beliau adalah orang yang sangat tegas, tegasnya beliau itu arahnya mendidik. beliau selalu memberi masukan terhadap saya dan rekan-rekan di kantor.

Sebelum beliau sakit dan benar-benar meninggalkan kami di dunia ini, tepat di hari Selasa 21 Februari 2023, beliau di pagi hari meminta saya membuat kopi, dan akhirnya saya membuat kopi untuk beliau. Beliau sempat duduk diruangan ber-ac dan bilang “Ruangan disini tuh nyaman, tapi ade yang kurang, dak bise ngerokok,” sebut beliau sambil menuju pintu luar dan membakar sebatang rokok lalu dihisapnya.

Masih di hari yang sama tepatnya di siang hari beliau masih sempat berbincang dengan saya dan memesan makan dan secangkir teh hangat lalu beliau kembali ke ruangan, dan saya lihat beliau taruh hape dibalik gelas dan menghidupkan kamera depan, sepertinya beliau lagi foto selfie diri sendiri.

Lanjut di sore hari, beliau mendatangi saya, lalu bang Fauzi, Bang Firman lalu beliau sempat menyebutkan bahwa dirinya masih terlihat tampan. Kemudian beliau juga tanya ke saya “ndok mane kopi, ngape lom jadi-jadi za”.

Akhirnya saya kembali membuatkan kopi untuk beliau, lalu saya pijit bagian tubuh belakangnya, beliau juga sebut “enak kah mijit, pacak og kah ngurut,” ucap beliau ke saya. Lalu beliau sempat bilang ada keinginan mau karaoke di kantor.

Tidak lama dari setelah saya urut beliau, saya akhirnya pulang dan beliau masih di kantor melanjutkan obrolan dengan rekan-rekan kantor lainnya.

Besoknya memasuki hari Rabu, terdengar kabar bahwa beliau masuk rumah sakit, diduga beliau kena serangan jantung, kabar itu membuat kaget saya, dan juga yang lainnya. Ya bagaimana enggak kaget, hari Selasa masih bisa tertawa-tawa, tiba-tiba hari rabu beliau sudah masuk rumah sakit.

Begitupun hari selanjutnya tepat di hari Kamis beliau tak kunjung pulih hingga memasuki kurang lebih pukul 23.30 beliau menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.

Hari ini Jumat, 24 februari 2023 pukul 10 pagi akhirnya saya beserta rombongan LBH elPDKP berangkat menuju ke rumah beliau bermaksud mengantarkan almarhum ke tempat istirahat terakhir. Sepanjang jalan, saya sempat memesan Karangan bunga yang diminta oleh ketua elPDKP Bang John Ganesha. Kata Bang John “coba pesan karangan bunga”.

Setelah saya cari di Instagram orang yang menjual karangan bunga, saya tawarkan dengan bang John, ini ada bang karangan bunga,” jadi pesan ga? Kemudian bang John bilang, ya pesan lah za.

Saya, Pak Poltak dan Bang Berry berada di satu mobil, sebelum berangkat sempat isi bensin, dan sempat permasalahkan soal scan barcode QR yang ada di pom bensin, karena pak Poltak bilang gimana kalau orang yang gak punya handphone android kalau mau beli pertalite atau BBM tentu kebijakannya justru mempersulit bukan. Selesai disitu kami pun melanjutkan perjalanan sampai tiba di lokasi, kami parkir yang terbilang cukup jauh dari kediaman rumah almarhum sekitar 200 meter kurang lebih jalan kaki.

Saat saya datang, saya langsung bersalaman dengan tetangga yang ikut ngelayat juga, lalu saya lihat tangisan histeris dari anak perempuan almarhum yang berteriak nama “ayah” “ayah” “ayah” dengan nada yang cukup keras ditambah dengan tangisan yang tak henti. Tangisan itu justru membuat saya ikut bersedih.

Selepas keranda jenazah dimasukkan ke ambulan. Saya, bang Andira, Bang John, dan Bang Berry ikut masuk ke dalam mobil ambulan menuju masjid. Setelah sampai di masjid, kami turunkan keranda dibantu pengurus masjid, kami langsung memesan bubur sumsum di depan masjid dan beberapa rekan lainnya makan bakso, karena hari Jum’at dan adzan telah dikumandangkan, kami yang laki-laki shalat Jum’at, setelah itu ikut menyolatkan almarhum.

Setelah dishalatkan, ambulans pergi menuju TPU. Kami pun menyusul dengan kendaraan, sampai di TPU saya meyaksikan para penggali kubur sedang menggali tanah lalu memasukkan almarhum kedalam tanah kubur lalu dikuburkan.

Anak perempuan almarhum, masih sangat histeris dan menangis saat prosesi pembacaan doa terhadap almarhum di TPU. Lalu coba ditenangkan oleh ibunya. Setelah proses pembacaan doa selesai, dilanjutkan dengan menyiramkan air dan menabur bunga, keluarga memulai duluan dan diikuti oleh Bang John Ganesha. Selanjutnya rekan-rekan elPDKP meminta izin dengan keluarga untuk berfoto di depan tempat peristirahatan terakhir Almarhum Pak Rostam, dan saya sendiri sebagai fotografer.

Kemudian setelah berfoto, kami berpamitan dengan keluarga, saya sempat duduk didekat kuburan Almarhum, dan saya bilang “Pak Rostam Saya Minta Maaf Jika Ada Salah”, setelah prosesi itu, kami melanjutkan perjalanan untuk pergi ke tung tau cafe yang ada di Sungailiat. Setelah 1 jam lebih kami minum kopi dan makan disana. Akhirnya memutuskan untuk kembali ke Pangkalpinang dan menuju kantor.

Sebelum saya menutup tulisan ini, saya memang tidak kenal almarhum secara intens, tapi saya tahu almarhum orang baik, almarhum orangnya tidak pernah berkata kasar ke saya, suka memberi rokok ke saya, suka kasih masukan. Dan Almarhum juga bukan typikal orang yang perfeksionis. Almarhum orang yang enak diajak ngobrol baik tentang hukum atau tentang lainnya.

Selamat jalan Alm Rostam Rahmad bin Rahmad, Kepiawaian, Kecerdasan, Semangat Perjuangan, Keikhlasan, Kerja Kerasmu akan menjadi kenangan bagi saya secara pribadi. Semoga Allah memberikan tempat sebaik-baiknya dan keluarga diberikan ketabahan serta kekuatan.

(Raiza)

 

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *