,

Berawal Janji Manis Pemkot Prabumulih Bayar SPP Full, Kini Nasib Mahasiswa PEM Akamigas Cepu Dipaksa Cuti dan Terancam Stop Kuliah

oleh -155 Dilihat
oleh

Serumpunsebalai.com, Prabumulih -Nasib malang dialami sebanyak 24 mahasiswa akademi gas cepu asal prabumulih yang dipimpin oleh walikota Ridho Yahya dipaksakan untuk cuti dan terancam berhenti jika tidak dibayarkan biaya kuliah mahasiswa tersebut.

Buntut kekecewaan atas janji pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih , Wali Mahasiswa PEM Akamigas Cepu Unjuk Aksi di kantor DPR dan Pemerintah Kota Prabumulih, Kamis (20/7/23).

Mahasiswa PEM Akamigas Cepu serta orangtua dari mahasiswa melakukan orasi dan menuntut Pemkot Prabumulih untuk menunaikan janji yang dimulai tahun 2021 untuk membayarkan 100% UKT mulai semester 2 hingga semester 8 terhadap 24 mahasiswa tersebut.

Screenshot_2023-07-21-07-32-30-84_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

Diketahui hingga sampai saat ini Pemkot Prabumulih belum membayarkan UKT Semester tersebut. Sehingga imbas dari janji dari Pemerintah Kota Prabumulih kepada Mahasiswa Angkatan ke 2 PEM Akamigas Cepu telah dicutikan dan tidak dapat melanjutkan kuliah sampai ada pembayaran oleh Pemerintah Kota Prabumulih.

Bahkan akibat janji yang telah disampaikan kepada para mahasiswa tersebut. Salah satu dari angkatan mahasiswa dan penerima beasiswa tersebut tidak bisa melihat nilai semester dan bahkan untuk mengisi KRS yang sebentar lagi mulai memasuki Semester 7. Mirisnya lagi, sekarang mahasiswanya sudah dirumahkan .

OrangTua wali mahasiswa sangat kecewa dengan Pemkot Prabumulih yang tidak Konsekwen dengan janjinya pada saat rapat pertemuan Orang Tua wali mahasiswa dengan DPR dan Pemkot Prabumulih yang berulang kali menyatakan akan membayarkan UKT 100% kepada Mahasiswa tapi kenyataannya sampai saat ini Semester 2,3,4,5 belum di Bayarkan semua hanya omong Kosong belaka.

Seharusnya uang utk Beasiswa Angkatan ke-2 Mahasiswa Pem Akamigas Cepu asal Prabumulih ini sudah dianggarkan sejak tahun 2021 dan sudah disahkan oleh DPR sebanyak 3 Milyar tapi dikembalikan oleh Pemkot Prabumulih dijadikan SILPA begitu yg disampaikan oleh Ketua DPR Kota Prabumulih, akhirnya Mahasiswa menjadi Korban.

Dihubungi terpisah, Humas Pemkot Prabumulih, Taviv menyebutkan tuntutan mahasiswa dan orangtua tersebut sebenarnya sudah selesai melalui kesepakatan sebelumnya .

”Kesepakatan sebelumnya berupa pembagian pembayaran uang semester dari Pemkot Prabumulih sebesar 25 persen dan dari mahasiswa sebesar 75 persen, sedangkan bagi mahasiswa yang belum mampu membayar uang semester yang telah disepakati tersebut. Sebenarnya Pemkot Prabumulih sudah menyiapkan opsi ke pihak Akamigas Cepu berupa keringanan dengan cara mencicil,” Sebut Taviv kepada awak media.

Namun menariknya, setelah konfirmasi dilakukan melalui tanggapan yang disampaikan melalui saluran telepon seluler, Taviv selaku Humas Pemkot Prabumulih justru mengirimkan pesan WA yang berisikan tanggapan koordinasi dengan dinas terkait .

”Trims pak infonya untuk saat ini kami humas belum bisa memberi tanggapan silahkan koordinasi dengan dinas terkait pak harap maklum trims,” tulisnya melalui pesan singkat WhatsApp. (Reza/Ok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *