,

Peringati Hari Kucing Sedunia, Ketua Sahabat Satwa Palembang Sebut Pentingnya Sterilisasi Bagi Hewan Penular Rabies

oleh -83 Dilihat
oleh

Serumpunsebalai.com, Palembang – Organisasi Sahabat Satwa Palembang (SSP) gelar peringatan Hari Sedunia Bagi Kucing (World Cat Day) di perempatan lampu merah simpang Kantor DPRD Provinsi Sumsel, Selasa, (8/8/2023).

Diikuti baik pengurus dan anggota serta para relawan.

Sahabat Satwa Palembang Peringati Hari Kucing Sedunia
Sahabat Satwa Palembang Peringati Hari Kucing Sedunia

Ketua Sahabat Satwa Palembang, Kak Melur ungkapkan bahwa kehadiran kami disini untuk memperingati Hari Kucing Sedunia.

“Di bulan ini sebenarnya ada 3 Agenda juga, salah satunya Hari Kucing Sedunia, Hari Anjing Sedunia dan Hari Kucing Se-Palembang,” sebut Kak Melur.

Tidak hanya sebatas memperingati, Kak Melur juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai pesan kepada seluruh masyarakat untuk lebih peduli lagi terhadap kucing terlantar.

“Keberadaan kucing ini terkadang dianggap sebagai hama, karena tidak sedikit juga yang kerap merasa terganggu adanya kucing di lingkungan sekitar mereka,” ungkapnya.

Lebih Lanjut, Kak Melur sebut bahwa pentingnya sterilisasi dilakukan baik itu terhadap kucing maupun anjing, karena populasinya sudah banyak kita temukan.

“Kucing dan Anjing ini harus dibantu, bagaimana penyelesaiannya karena sudah over populasi, karena tidak sedikit dianggap sebagai hama oleh masyarakat, ya kita ketahui seperti puppiesnya, dan lainnya,” ucapnya.

Kak Melur juga sebut bahwa tentu keberadaan Kucing dan Anjing bukanlah sebagai hama jika pemerintah mau melakukan sterilisasi, paling tidak ada program yang bisa membantu para pecinta kucing dan Anjing untuk melakukan sterilisasi salah satunya dengan subsidi.

“Biaya untuk sterilisasi itu cukup tinggi bisa sampai 750 ribu dan itu belum terjangkau, tentu kami pun terkendala, maka itu kami berharap pemerintah maupun Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) yang ada di Kota Palembang ataupun Sumatera Selatan khususnya bisa lebih memikirkan persoalan itu terutama soal standar harga berbeda dengan kota lain yang bisa melakukan steril subsidi,” pungkasnya.

Kak Melur juga sebut nantinya juga Palembang di tahun 2024 menuju Palembang bebas Rabies. Maka tidak cukup hanya sebatas dengan Vaksin Rabies saja tapi dengan sterilisasi, sterilisasi akan meminimalisir masalah HPR dan juga over populasi.

“Maka tidak ada lagi kedepannya istilah hama, maupun penyiksaaan terhadap hewan-hewan seperti kucing maupun anjing yang kerapkali kita temukan persoalan-persoalan itu baik di sekitar kita maupun di pemberitaan nasional,” ungkapnya.

Maka dari itu, Kak Melur berpesan untuk tidak melakukan penyiksaan terhadap hewan-hewan, jika memang tidak dapat membantu mereka dengan memberi makan mereka, maka jangan siksa mereka.

IMG20230808150154

“Manusia dan hewan itu hidup berdampingan, sebagaimana sama-sama diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup. Kedepannya kita inshaAllah akan lakukan edukasi terhadap anak usia dini untuk peduli terhadap kucing dan hewan lainnya,” tutupnya.

Untuk diketahui bahwa Sahabat Satwa Palembang sudah berbadan Hukum.

Disampung itu, Sarif selaku relawan juga menegaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan ini adalah bentuk kepedulian dari dalam dirinya terhadap hewan-hewan seperti Kucing, Anjing dan sebagainya.

“Saya berangkat kesini karena gerakan hati saya sendiri, kepedulian saya tidak sebatas hanya memelihara ataupun mengurusi tapi juga ikut mengkampanyekan bagaimana kita sebagai manusia memperlakukan hewan-hewan di sekitar kita,” sebut Sarif.

IMG20230808145619

Sarif juga menegaskan bahwa persoalan hewan ini adalah persoalan yang serius dan terkadang dipandang sebelah mata, masih banyak kita lihat penyiksaan yang dilakukan oleh manusia terhadap hewan-hewan sekitar.

“Sangat miris melihat hal seperti itu, jika memang tidak menyukai ataupun tak bisa membantu setidaknya jangan disakiti apalagi disiksa hingga tak bernyawa,” ungkap Sarif.

Senada dengan Kak Melur, Sarif juga menyebutkan bahwa peran pemerintah disini sangat penting, terutama soal over populasi kucing maupun anjing, karena sterilisasi adalah solusi yang bisa dilakukan.

“Ya kita harap pemerintah bisa lebih peduli, terutama ada PDHI juga, jangan ada permainan bisnis to bisnis soal harga vaksinasi hewan, ataupun urusan penyakit menyakit yang di derita oleh hewan, kami selaku orang yang mencintai, memelihara dan mengurusi hewan tentu juga mereka berat ketika tidak ada standar harga yang dinilai dapat dijangkau oleh kami maupun kalangan pecinta hewan lainnya,” ujar Sarif. (Reza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *