,

Pj Ketua TP PKK Tyas Fatoni Buka Pelatihan Fasilitator Ketahanan Keluarga Anti Narkoba di Kabupaten OKU Selatan

oleh -112 Dilihat
oleh
Img 20231116 Wa0004

Serumpunsebalai.com, OKU Selatan – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumatera Selatan (Sumsel) Tyas Fatoni membuka Pelatihan Fasilitator Ketahanan Keluarga Anti Narkoba bagi anggota PKK Kabupaten/Kota se-Sumsel. Pelatihan ini dipusatkan di kawasan Danau Ranau, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten Ogan Komerin Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, Rabu (15/11/2023).

Tyas Fatoni menyebut, program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba merupakan salah satu program prioritas nasional  melalui Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Keluarga yang berkualitas dapat tercapai apabila keluarga tersebut memiliki pemahaman tentang bahaya narkoba dan pencegahannya,” ucapnya.

Dia menilai peredaran gelap narkotika merupakan hal serius yang membutuhkan penanganan dari semua pihak. Oleh karena itu TP PKK Sumsel sejak tahun 2022 telah menandatangani nota kesepahaman bersama Memorandum of Understanding (MoU) dengan BNN Provinsi Sumsel terkait penguatan keluarga dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Berdasarkan data dari Januari hingga April 2023, kejahatan narkoba masuk dalam 10 besar kejahatan di Indonesia. Kejahatan narkoba berada di urutan kelima. Ini menjadi keprihatinan kita bersama,” kata Tyas Fatoni.

Tyas Fatoni mengungkapkan yang menjadi latar belakang pentingnya program ketahanan keluarga anti narkoba dikarenakan saat ini terjadi degradasi moral dan integritas di kalangan remaja.

“Sebagian besar dipengaruhi lemahnya dan atau rapuhnya ketahanan keluarga. Sehingga upaya pencegahan penanggulangan hal tersebut penting untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui komunikasi yang baik antar keluarga dan pola asuh anak dan remaja dengan cinta dan kasih sayang,” jelasnya.

Selain membuka pelatihan, dengan didampingi Ketua TP PKK Kabupaten OKU Selatan Isyana Lonitasari, Tyas Fatoni  meninjau stand pameran UP2K PKK serta melihat dari dekat proses pembuatan kain sulam emas di desa Jepara Ranau. (Rez/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *