Soal Sikap Arogan Divisi Keuangan KPU Pangkalpinang, Ini Klarifikasi Sekretaris KPU Pangkalpinang

oleh -66 Dilihat
oleh

Serumpunsebalai.com, Pangkalpinang – Sekretaris KPU Kota Pangkalpinang, Yuliana Sandriani mengklarifikasi pemberitaan media ini sebelumnya, berjudul “Arogan! Oknum Anggota KPU Pangkalpinang Bentak dan Persulit Pengambilan Upah Angkut Logistik Pemilu”, yang dipublikasikan pada Selasa (20/2/2024) kemarin.

Yuli menegaskan, apa yang dilakukan stafnya di Divisi Keuangan KPU Kota Pangkalpinang, sudah sesuai prosedur yang ada, terkait kegiatan swakelola.

“Mengklarifikasi pemberitaan yang muncul di media kemarin, sebenarnya apa yang dilakukan staf divisi keuangan kami itu, sudah sesuai prosedur yang KPU Pangkalpinang terapkan untuk kegiatan swakelola,” kata Yuli kepada Jurnal Khatulistiwa jaringan Serumpunsebai.com, Rabu (21/2/2024).

“Perlu diketahui di sini, yang disebut-sebut membentak itu adalah Staf Keuangan Sekretariat KPU Kota Pangkalpinang, bukan Anggota KPU,” tegasnya.

Lebih lanjut Yuli menerangkan, daftar nama penerima upah distribusi kotak suara itu, diperoleh pihaknya dari PPS. Kemudian, lanjut Yuli, oleh KPU nama-nama yang menjadi penerima upah dan honor distribusi surat suara itu di SK-kan.

“Selanjutnya untuk daftar bayar, nama penerima dan tandatangannya, itu harus sesuai dengan apa yang sudah disampaikan. Saya rasa, sebenarnya tidak ada masalah lagi di kami (KPU Kota Pangkalpinang),” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang wanita asal Kota Pangkalpinang berinisial AL mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari seorang oknum anggota KPU Kota Pangkalpinang, Selasa (20/2/2024).

Menurut penuturan AL, saat itu dirinya datang ke kantor KPU Pangkalpinang bersama kerabat dekatnya, mewakili paman dan kakaknya yang menerima pekerjaan mengangkut logistik pemilu dan penyewaan mobil truk milik keluarganya oleh KPU Kota Pangkalpinang sebesar Rp 4 juta.

“Saya datang tadi sama istri kakak mewakili paman dan kakak untuk ambil uang sewa truk dan honor mereka. Totalnya 4 juta rupiah pak,” jelas AL.

AL mengatakan, kedatangannya itu untuk menanyakan terkait pencairan uang sewa mobil truk sekaligus honor paman dan kakaknya atas pekerjaan tersebut.

Namun, dirinya mendapatkan bentakan dan jawaban bernada tinggi dan ketus dari oknum anggota KPU tersebut.

“Saya kecewa dong pak. Kami datang menanyakan baik-baik kok, tapi dijawab dengan ketus sama orang KPU nya,” sebut AL kepada Jurnal Khatulistiwa jaringan Serumpunsebalai.com, Selasa (20/2/2024) sore.

“Gak boleh… identitas yang mengambil harus sesuai dengan berkas dan STNK kendaraan yang disewa,” jelas AL menirukan perkataan oknum anggota KPU Pangkalpinang yang membentaknya saat itu.

“Paman lagi sakit. Gulanya naik, bahkan gak bisa berdiri. Sementara kakak tidak bisa meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh harian,” jelasnya lagi, seraya menyeka air matanya.

AL pun mengaku tidak tahu menahu terkait aturan itu.

“Saya memang tidak tahu aturannya seperti itu tapi kan harusnya dia menyampaikannya dengan bijak, dengan baik. Jangan main bentak-bentak saja. Kan gak enak pak dengernya,” tambah AL terisak-isak.

AL sendiri sangat menyayangkan sikap arogan oknum anggota KPU Pangkalpinang. Ia menilai, anggota KPU itu seharusnya melayani masyarakat dengan baik dan humanis.

“Karena dibentak, saya saat itu sampai nangis pak. Kami kan menuntut hak kami. Kami datang dengan harapan bisa mendapatkan uang itu karena ini menyangkut hak orang banyak,” bebernya.

“Saya kecewa, masa sampai begitu pelayanannya. Benar-benar kotor dan buruk sekali. Di mana jiwa melayaninya?. Di mana rasa humanity-nya?,” cetusnya kesal. (Retok/boril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *