1000 Pelaku UMKM di Provinsi Babel Terima Sertifikat Produk Halal, Ini Harapan Pj TP PKK

oleh -45 Dilihat
oleh

Serumpunsebalai.com, Pangkalpinang – Sebanyak 1000 pelaku UMKM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menerima Sertifikat Produk Halal. Penyerahan dilakukan oleh Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Safriati Safrizal pada Kamis (7/3/24) secara simbolis di GOR Sahabuddin, Air Itam Pangkalpinang.

“Kami menyambut baik adanya kolaborasi dan sinergitas antar seluruh stakeholder ini, sehingga 1000 pelaku UMKM di Babel ini bisa mendapatkan sertifikat halal. Tentunya sangat membantu pelaku usaha kecil dalam mensertifikasi produknya,” ujar Safriati dalam acara yang bertajuk 4th Bekisah (Bangka Belitung Ekonomi dan Keuangan Syariah) Tahun 2024 X Mandatory Sertifikasi Halal 1000 UMKM.

Menurut dia, dengan adanya kolaborasi dan sinergisitas semua pihak, akan mewujudkan UMKM di Babel semakin inovatif dan berdaya saing dengan percepatan sertifikasi halal.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya pun dalam hal ini TP PKK Babel melalui Pokja 2 senantiasa menyelenggarakan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

Termasuk mendaftarkan UMKM binaan TP PKK Babel dalam program sertifikasi halal gratis ini. Hal itu semua sebagai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM di Negeri Serumpun Sebalai.

“Sehingga saya harap bantuan sertifikat halal ini tidak hanya untuk saat ini, karena dengan semakin banyak pelaku usaha yang mendapatkan sertifikat ini, maka akan lebih banyak UMKM naik kelas melalui penguatan kelembagaan usaha dan sertifikasi standarisasi produk,” tuturnya.

Seusai acara, Safriati menyempatkan diri berkeliling untuk melihat dan membeli sejumlah jajanan dari produk UMKM yang dijajakan di lokasi tersebut. Kehadiran istri Pj Gubernur Safrizal tersebut disambut hangat oleh para pedagang tanpa terkecuali. Bahkan mereka mengajak berswafoto bersama.

“Perkembangan UMKM di Babel ini sudah luar biasa, produk-produknya semakin inovatif dan berdaya saing. Tinggal bagaimana kita dari pemerintah mempromosikannya,” tutupnya. (Retok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *